Senin, 24 Desember 2012

Yang mengikat November


Dia tidak ingin membebankan musim itu terlalu lama
dari potongan waktu
roman-roman membawa mendung itu berkumpul. Tebal

"lihat saja tumpukan cintamu"
yang mengawang diatap langit
beberapa yang rata, memasang mata penuh duka
bahu yang jadi tiang
membuat para dada awan itu tambah luas. Memelas

"bicaralah pada perindumu"
adakah itu?
seperti rumput yang daun keringnya kembali menghijau
melepas segala yang menumpu. Tuntas

"romantis"
rintik yang menebar segala cemas
menambah nada hening itu pekat
setia pada kenangan
adalah jalan kesahduan yang ditempuh

"jelaskan padaku!"
pada bidadariku, pilihan apa yang sudah ia bawa lari!
pertemukanlah sumpah-sumpah yang sudah jadi serapah
agar para dada-dada tidak terisi gumpalan sisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar