Catatan Ibnu 'Ziddan

Pengukir kenangan, pengingat dan penyemangat.

Minggu, 10 Agustus 2014

Sebuah Malam

S E P I

Di ujung diam
Persuaan renung ganjil tenggelam

2014

Diposting oleh Ibnu Ziddan di 18.25 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: puisi dukota
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Puisi 2,7

PEREMPUAN PELABUHAN I/pencarian Bumi ladang dugaduga Penerimaan slalu jadi praduga NR,Cidahu 250513| Salam lestari II/jalinan Pada talitali Benang putus: anggap saja pengalaman : alit dalam Bahasa Sunda kecil NR,Cidahu 250513| Salam lestari III/akad Bukan manimani Nikah jalan sumpah ke sorgawi NR,Cidahu 250513| Salam lestari

Bintang Laut

Mencari, mengingat, memberi semangat

Recent Posts

Categories

  • Anekdot Rohani (2)
  • Guru dan Motivator (2)
  • Haiku (3)
  • Lirik Klasik (8)
  • Puisi (6)
  • puisi dukota (1)

Followers

About Me

Foto saya
Ibnu Ziddan
Pandeglang, Banthen, Indonesia
Aku pasangkan engkau cermin di depanku... Kemudian ku ulur tangan merabamu sampai kutau kau menyentuh tanganku... Aku mulai membuka tiap kancing dari yang melekat ditubuh.. Satu persatu sampai terlepas... Hai... Apa kabar..? Bukankan sudah lebih baik....?
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ►  2011 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2012 (58)
    • ►  Juli (38)
    • ►  September (8)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  Desember (6)
  • ►  2013 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ▼  2014 (3)
    • ►  Februari (1)
    • ▼  Agustus (1)
      • Sebuah Malam
    • ►  Desember (1)

Popular Posts

  • Hujan Muda Di Kota Yang Luka
    Cinta muda di mata situa pada catatan: Dia, Kita dan kota lestari-ada waktu sudah temukan kita yang lunta di kota ini, saat melukis do'...
  • Haiku: Perjalanan Rindu(lestari)
    ku menunggumu ku sabar kau menghindar ku jadi hambar jatuh terhimpit rindu mati membisu tinggalah kabut tidak menunggu tersiksa ingin temu s...
  • " UHANIN " (bisroh)
    Bismillah... Hamdalah... Sholawat... Bisroh syu'ur semoga melulur Untaian solawat semoga sampai keluhur Sampaikan pada sang mah...
  • Selamat datang
    Tersungkur dimeja tulis Menemani kau yang sedang terbelah Engkau pengembala dan Aku sapimu Memberiku gema jerit-jerit yang lancip Memebe...
  • Pembacaan Puisi oleh Erha Limanov
  • RAMADHAN
    l. Pandeglang Belajar menangisi rindu dari marhaban syahru romadhon sesuka hati menggurat urat, dari sauk sampai membungkuk te...
  • Yang mengikat November
    Dia tidak ingin membebankan musim itu terlalu lama dari potongan waktu roman-roman membawa mendung itu berkumpul. Tebal "lihat saj...
  • Merdeka
    Aku ingin bebas dari segala merdeka juga dari Ida pernah aku percaya pada sumpah dan cinta menjadi sumsum dan darah seharian, kugun...
  • ISTRI SEORANG PENGEMBARA
    Setelah seharian di atas bukit, berangin dingin. Ia tuntaskan matanya dengan mengedip nakal. Pamit pada ketiganya: matahari, langit dan angi...
  • PengHABISan..
    Penghabisan kali ini kau datang Membawa mawar merah juga melati putih dari sisa riak sengketa hidup kita sebuah pengharap yang usah se...

Pages

  • Beranda
Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh IntergalacticDesignStudio. Diberdayakan oleh Blogger.